DJI Osmo Action 6: Peningkatan Signifikan dalam Ruang Kamera Aksi

16

Pasar kamera aksi mengalami sedikit inovasi pada akhir tahun 2025, dengan GoPro dan Insta360 sebagian besar tetap menggunakan model yang sudah ada. Namun, DJI meningkatkannya dengan Osmo Action 6, sebuah pembaruan penting yang mengatasi kekurangan utama pendahulunya dan memperkuat posisinya sebagai pesaing utama. Meskipun ada ketidakpastian geopolitik seputar produk DJI, termasuk potensi pembatasan dukungan, Action 6 memberikan peningkatan yang menarik dalam kualitas video, kegunaan, dan fitur.

Peningkatan Kinerja dan Fitur Baru

Osmo Action 6 dibangun berdasarkan kekuatan Action 5 Pro, yang menonjol karena kinerjanya dalam cahaya rendah, desain ringkas, dan masa pakai baterai. Model baru ini memperkenalkan sensor persegi 1/1,1 inci yang lebih besar, memungkinkan rendering warna yang lebih baik, peningkatan rentang dinamis, dan opsi pemotongan yang serbaguna. Yang terpenting, Action 6 kini mendukung perekaman video 8K pada 30fps (diaktifkan melalui pembaruan firmware pada akhir tahun 2025), zoom 2x lossless, dan lensa aperture variabel (f/2 hingga f/4) untuk meningkatkan pengambilan cahaya rendah tanpa kehilangan kedalaman bidang yang berlebihan.

Peningkatan ini penting karena kamera aksi semakin banyak digunakan di lingkungan dengan cahaya redup, mulai dari olahraga dalam ruangan hingga aktivitas luar ruangan saat senja/fajar. Bukaan variabel memberi pengguna kontrol lebih kreatif tanpa memaksa mereka bergantung pada perangkat lunak pasca-pemrosesan.

Peningkatan Kegunaan dan Desain

DJI mengatasi gangguan kecil namun terus-menerus dari Action 5 Pro. Dudukan magnetis sekarang bersifat non-arah, menghilangkan rasa frustrasi karena kamera tidak sejajar. Stabilisasi telah disempurnakan; bidang pandangnya lebih sedikit, sehingga menghasilkan bidikan yang lebih luas dengan stabilisasi yang diaktifkan. Perataan cakrawala kini dapat diatur ke 45 atau 360 derajat, menambah keserbagunaan untuk pengambilan gambar dinamis.

Dimasukkannya lensa yang dapat diganti, mirip dengan GoPro, memperluas kemampuan Action 6. Boost Lens seharga $146 meningkatkan bidang pandang hingga 182 derajat, dengan pengenalan otomatis saat dipasang. Namun, filter ND masih memerlukan penyesuaian manual, tidak seperti sistem GoPro.

Performa Cahaya Rendah dan Akurasi Warna yang Unggul

Sensor yang lebih besar secara signifikan meningkatkan kinerja cahaya rendah. Video lebih bersih dan tajam dibandingkan Action 5 Pro dan Insta360 Ace Pro 2, bahkan tanpa mode SuperNight. Pemotretan dengan D-Log menampilkan rekaman yang lebih cerah dan detail, menawarkan peningkatan nyata dalam akurasi warna dan detail bayangan. Suar lensa berkurang, dan bilah aperture menghasilkan bintang matahari yang bagus.

Hal ini penting karena banyak kamera aksi kesulitan dalam kondisi cahaya redup, sehingga menghasilkan rekaman yang buram atau buram. Action 6 unggul di sini, sehingga cocok untuk skenario pengambilan gambar yang lebih luas.

Masalah Daya Tahan dan Keandalan Jangka Panjang

Bukaan variabel menunjukkan potensi titik kegagalan. Meskipun DJI mungkin mengujinya secara mekanis, penggunaan di dunia nyata (terutama di lingkungan dengan getaran tinggi seperti dudukan sepeda) dapat menyebabkan masalah seiring berjalannya waktu.

Apakah Layak untuk Ditingkatkan?

Jika Anda memiliki Action 5 Pro, peningkatan ini bermanfaat untuk meningkatkan kinerja cahaya rendah dan dudukan magnet non-arah. Action 6 melampaui Insta360 Ace Pro 2 dalam kemampuan Log 10-bit dan kinerja cahaya rendah. Pilihan antara Action 6 dan GoPro Hero 13 Black bergantung pada preferensi: GoPro untuk ilmu warna yang realistis, Action 6 untuk cahaya redup dan masa pakai baterai yang unggul.

Pada akhirnya, Osmo Action 6 adalah kamera aksi terbaik yang tersedia saat ini, berkat kinerjanya dalam cahaya rendah dan rangkaian fitur yang lengkap. Pasar kamera aksi terus berkembang, namun DJI telah menetapkan standar baru dengan rilis terbaru ini.