Elon Musk, miliarder pemilik X (sebelumnya Twitter), tampaknya mendiversifikasi jejak media sosialnya. Setelah bertahun-tahun memfokuskan pengaruh digitalnya hampir secara eksklusif pada X, akun terverifikasi baru yang memuat namanya telah muncul di TikTok dan Instagram.
Pergeseran Strategi Media Sosial
Pada hari Rabu, akun TikTok terverifikasi dengan nama @elonmusk menerbitkan video pertamanya. Klip tersebut menampilkan montase Musk yang mendiskusikan masa depan, diselingi dengan cuplikan promosi perusahaan besarnya, SpaceX dan Tesla. Video itu diberi judul “Ad Astra,” sebuah frasa Latin yang berarti “kepada bintang”.
Pada saat yang sama, akun terverifikasi dengan nama pengguna yang sama telah muncul di Instagram, meskipun akun tersebut belum membagikan konten apa pun.
Meskipun langkah-langkah ini menandakan potensi perluasan jangkauan Musk, masih belum dapat dikonfirmasi apakah miliarder itu sendiri yang mengelola akun-akun ini. Baik Musk maupun perwakilan dari TikTok dan Meta (perusahaan induk Instagram) belum memberikan komentar mengenai profil baru tersebut.
Mengapa Ini Penting: Jalan Menuju Penilaian Triliun Dolar
Pemilihan waktu untuk ekspansi media sosial ini sangatlah penting, terutama terkait dengan kondisi keuangan perusahaan-perusahaan Musk.
Musk saat ini sedang menavigasi proses mengambil SpaceX melalui penawaran umum perdana (IPO). Agar IPO berhasil, perusahaan harus membangkitkan minat publik yang besar dan kepercayaan investor untuk mengamankan modal yang diperlukan. Dengan hadir di platform video pendek seperti TikTok, Musk dapat menjangkau demografi yang lebih muda dan sangat terlibat yang mungkin tidak mengikuti pembaruannya di X.
Ekspansi strategis ini dapat menimbulkan dampak finansial yang besar:
– Minat Investor: Jangkauan media sosial yang lebih luas membantu membangun “hype” yang dibutuhkan untuk keberhasilan penawaran umum.
– Akumulasi Kekayaan: IPO SpaceX yang sukses berpotensi mendorong Musk menjadi triliuner pertama di dunia.
Melanggar Pola Lama
Pergeseran ini menandai perubahan besar dari pendirian Musk sebelumnya mengenai persaingan platform. Pada tahun 2022, ia menerapkan kebijakan ketat pada X yang membuat pengguna enggan mempromosikan profil mereka di platform saingannya seperti Facebook dan Instagram.
Dengan tampil di TikTok dan Instagram, Musk beralih dari pendekatan “taman bertembok” di X dan menuju strategi media multi-platform yang lebih terintegrasi. Evolusi ini menunjukkan bahwa meskipun ia mempertahankan pengaruhnya pada X, ia menyadari perlunya terlibat dengan ekosistem digital yang lebih luas untuk mendorong pertumbuhan kerajaan dirgantara dan otomotifnya.
Munculnya akun-akun ini menunjukkan upaya yang diperhitungkan untuk menjembatani kesenjangan antara berita industri teknologi tingkat tinggi dan minat konsumen arus utama, sebuah langkah penting untuk IPO SpaceX mendatang.
Singkatnya, potensi perpindahan Musk ke TikTok dan Instagram mewakili poros strategis menuju keterlibatan pasar massal, yang kemungkinan bertujuan untuk membangun momentum publik yang diperlukan untuk penawaran umum SpaceX yang bersejarah.
