Perusahaan China Jual Senjata Anti Drone di TikTok

14

TikTok, yang terkenal dengan tarian viral dan hiburan berdurasi pendek, telah menjadi pasar tak terduga untuk senjata anti-drone yang dijual langsung oleh pabrikan Tiongkok. Video menampilkan perangkat seperti “senjata pengacau” dan sistem penonaktifan drone portabel, yang dipasarkan dengan gaya kasual yang sama seperti produk konsumen lainnya. Tren ini menyoroti betapa mudahnya alat perang modern kini tersedia melalui saluran ecommerce sehari-hari.

Bangkitnya Ekonomi Drone

Konflik di Ukraina telah meningkatkan permintaan akan drone dan tindakan pencegahan. Baik Rusia maupun Ukraina sangat bergantung pada komponen buatan Tiongkok untuk program drone mereka, termasuk prosesor, sensor, dan kamera. Meskipun ada pembatasan oleh Beijing dalam mengekspor teknologi untuk keperluan militer, drone dan suku cadang Tiongkok terus mengalir ke kedua belah pihak, sering kali melalui penjual pihak ketiga. Data perdagangan resmi menunjukkan penjualan drone ke Ukraina hanya senilai $200,000 pada paruh pertama tahun 2024, sementara perkiraan Ukraina memperkirakan angka sebenarnya mendekati $1,1 miliar. Perbedaan ini menunjukkan bahwa sejumlah besar produk melewati saluran resmi.

Cara Kerja Teknologi Anti Drone

Video TikTok menampilkan berbagai peralatan, termasuk “senjata jamming” dan perangkat berbentuk kubah. Alat-alat ini mengganggu sinyal drone, menyebabkan mereka kehilangan kontak dengan operator atau mengganggu navigasi GPS. Beberapa sistem canggih bahkan dapat “menipu” sinyal GPS, mengelabui drone agar terbang ke lokasi yang salah. Salah satu produsen mengklaim produknya dapat memblokir sinyal dari GPS AS, BeiDou Tiongkok, GLONASS Rusia, dan sistem Galileo UE.

Garis Kabur Antara Penggunaan Sipil dan Militer

Banyak produk yang diiklankan untuk keperluan sipil seperti melindungi lokasi pertambangan atau depot minyak. Namun, para ahli mencatat bahwa teknologi anti-drone jarang dijelaskan secara spesifik. Efektivitas perangkat ini bervariasi, dan sebagian besar tidak mampu melawan kawanan drone dalam jumlah besar. Salah satu video menampilkan seorang wanita yang mengaku mewakili pabrik Tiongkok yang memproduksi peralatan anti-UAV 24/7 untuk penggunaan di dalam, luar ruangan, dan di kendaraan.

Ketersediaan alat-alat ini secara terbuka di TikTok menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: teknologi peperangan modern semakin mudah diakses melalui saluran konsumen. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pemerintah dan platform akan mengatur penjualan peralatan sensitif tersebut.

Kemudahan dalam memasarkan senjata-senjata ini menggarisbawahi realitas kompleks perdagangan senjata global di era digital.